Review Hyundai Santa Fe Hybrid, SUV Premium Untuk Keluarga
Dino Harnanto
|18 Desember 2025
Membahas mengenai kebutuhan mobilitas keluarga di era modern ini, tak hanya melihat dari aspek efisiensi bahan bakar atau energi saja, namun juga pentingnya rasa terpenuhi dari sisi emosional dan praktikal. Di beberapa dekade yang lalu mobil keluarga dengan aspek-aspek tadi bisa terpenuhi melalui mobil-mobil semacam MPV dan Station Wagon alias Estate, dari mulai segmen entry level hingga kelas mewah atau premium. Namun, seiring waktu berjalan sejak masuk di dekade 2010-an hingga sekarang, tugas tersebut diambil alih oleh SUV. Ditambah dengan ground clearance SUV yang rata-rata lebih tinggi dari MPV atau Wagon, menjadikannya kendaraan wajib bagi keluarga—apalagi di Tanah Air yang kondisi permukaan jalannya mayoritas tidak rata dan sering menghadapi genangan air bahkan banjir. Salah satu pabrikan yang mulai banyak meluncurkan SUV adalah Hyundai, yang mana line up-nya sangat banyak pilihan mulai dari Venue, Creta hingga kelas mewah seperti Santa Fe dan Palisade. Kali ini kami kembali menjajal Hyundai Santa Fe-Hybrid.
Kami sebenarnya pernah beberapa kali mencoba Santa Fe-Hybrid (Review Hyundai All-New SANTA FE HEV Calligraphy, Ini Baru All Rounder Vehicle Sejati) namun ada beberapa hal yang kami rasa perlu kami rasakan dan ungkapkan kembali, terutama dari sisi sensasi mengendarai juga rasa emosional yang kami dapatkan dari sebuah SUV premium .
Kita awali dari segi estetika bagian eksterior dan desain bodi Santa Fe. Di generasi yang sekarang ini desain bodi Santa Fe berangkat jauh dari desain generasi sebelumnya. Jika pada generasi-generasi lama, desainnya sarat dengan lekukan dengan siluet elips atau membulat, namun di generasi ke-5 ini, Hyundai secara drastis meninggalkan tradisi desain Santa Fe dan menjadikannya sebuah SUV premium yang memiliki desain Boxy atau kekotakan, kami menilai bahwa pergeseran arah desain Santa Fe Gen-5 ini lebih membuatnya terkesan kokoh dan tangguh. Apakah hal ini mengikuti tren desain yang mulai banyak SUV boxy atau justru langkah Hyundai ini merupakan salah satu pionir di desain SUV retro boxy di era modern, ini bisa diperdebatkan.
Untuk urusan penerangan didepan, Headlamp kotak yang dihiasi dengan aksen huruf-H dan terdapat light bar membentang sepanjang bagian depan di tengah gril, mempertegas jati dirinya dan seakan menonjolkan identitas sang pabrikan. Wheel arch yang kini memiliki desain kotak juga diaplikasikan, menambah kesan lebih kokoh. Sisi samping Santa Fe terlihat lebih minimalis yang agak melandai kebelakang serta dilengkapi dengan spoiler atap kecil, dan juga didesain penuh dengan perhitungan tak hanya utamakan estetika, tapi juga agar Coefficient Drag-nya lebih rendah 0,04 CD dari generasi sebelumnya. Beberapa Kisi-kisi angin juga tersemat di bodi samping Santa Fe.
Dimensi Santa Fe gen-5 ini lebih bongsor dari generasi-generasi sebelumnya, dengan ukuran Wheelbase 2.815mm, Panjang 4.830mm x Lebar 1.900mm dan tinggi sekitar 1.795mm, kami rasa sangat cukup untuk mengakomodir keluarga modern dengan jumlah penumpang lebih dari 4 orang. Disisi bagian belakang Santa Fe, taillights yang juga didesain dengan huruf-H turut mempertegas kembali identitas Hyundai, namun desain lampu belakang ini menjadi pro-kontra bagi beberapa orang. Ada yang menyebutnya terlalu “sederhana” bagi sebuah SUV premium, tapi ada juga yang justru merasa tak perlu terlalu rumit desain taillights-nya. Hal ini kami kembalikan ke selera rekan-rekan pembaca AutoJago.com .
Menjelajahi bagian dalam kabin, nah ini … Premium feel-nya terasa sekali. Kebetulan kami menerima pinjaman dari PT. HMID adalah tipe Calligraphy yang merupakan top level dari Santa Fe, dilengkapi kursi dengan balutan Nappa Leather, ambient lighting, kluster dasbor dan layar infotainment yang membentang luas serta berbagai kompartemen membuat penumpang dan pengemudi merasa meningkat kasta-nya. Menurut tester kami yang merupakan salah satu Juragan Start-up di Tanah Air yang kami undang untuk merasakan Hyundai Santa Fe-Hybrid ini, desain kaca depannya tak hanya lebih luas dan leluasa dalam hal pandangan kedepan, jadi tidak hanya lebih merasa mudah mengontrol bagian depan tapi juga seakan menyatu antara kaca depan dan samping, dengan pilar A yang tak terlalu tebal menjadikannya lebih nyaman bagi orang-orang yang memiliki klaustrofobia, dan seakan menyatu dengan alam. So ini another good point bagi desain Santa Fe Gen-5.
Layar infotainment yang memanjang tetap mudah dijangkau pengemudi, walau tak terlalu driver focus memang. Jendela samping yang cukup besar juga mempermudah dan nyaman bagi anak-anak kecil dengan visibility yang cukup, hal ini sangat membantu disaat bepergian jauh membuat si anak juga berasa lebih dekat dengan alam. Ditambah dengan 2 buah Captain Seat lengkap dengan Arm Rest serta Sunroof didepan dan tengah terpisah, lebih membuat anak-anak betah dan nyaman di perjalanan jauh. Selain itu kompartemen penyimpanan yang banyak juga cukup mengakomodir barang bawaan keluarga. Pada baris ketiga, untuk melipat jok-nya juga sangat mudah dengan tombol yang tersedia dibelakang dan cukup mudah dijangkau saat kita membawa barang banyak, so good bahkan buat para Soccer Mom. Apalagi dengan kepraktisan membuka pintu bagasinya yang sudah Power Tailgate.
Oke, sekarang kita lanjut bagaimana sensasi mengendarai sang SUV bongsor mewah ini. Pertama, kami mencoba di jalan raya dalam kota. Santa Fe-Hybrid ini merupakan mobil hybrid pertama Hyundai yang dipasarkan di Indonesia, tapi kali ini kami tidak ingin membahas mengenai tingkat efisiensi bahan bakarnya karena hal ini telah kami bahas di artikel kami sebelumnya. Kami jalankan mobil dengan menggunakan mode berkendara Eco Mode, dan berhubung daerah yang kami lalui cukup padat maka belum bisa kami jalankan secara maksimal, namun dengan adanya beberapa speed bump di kawasan tersebut, kami bisa merasakan bahwa goncangan didalam kabin tidak terlalu terasa.
Hal ini membedakannya dengan SUV mewah seperti Mitsubishi Pajero Sport terbaru yang pernah kami jajal, dimana SUV tersebut lebih tersasa guncangan didalam kabin saat melewati jalan yang tidak rata. Memang kedua SUV ini beda harga dan tidak head-to-head jadinya, tapi ini menggambarkan bahwa dalam kondisi jalan tak rata, Santa Fe tetap nyaman dikendarai.
Begitu jalan agak lengang, tester kami—sang Bos Start-up mencoba agak menekan pedal gas, dan berhubung dia tak hanya seorang pengusaha, melainkan juga seorang entusias sport otomotif, ia sangat paham mengontrol mobil dalam kecepatan tinggi. Saat kami memasuki jalan berbelok dalam kecepatan yang agak tinggi, Santa Fe mulai terasa sedikit limbung. Dan hal ini kami perdebatkan apakah karena menggunakan Eco Mode atau memang by nature seperti ini? Jadi, kami putuskan untuk mencobanya di jalan Tol yang “agak” bebas hambatan. Di jalan tol ini, tester handal kami mencoba berpindah ke Sport Mode. Jujur, perbedaan saat membejek gas antara Eco vs Sport Mode secara akselerasi tidak terlalu jauh rasanya, jadi untuk pemakaian di jalan tol pun menggunakan Eco Mode juga sudah cukup kok, apalagi ini sebuah SUV premium-kan? Bukan mobil sport. Tapi, bantingannya jadi lebih terasa nih di Sport Mode, dan terasa mobil lebih “jejek” at least ini yang kami rasakan ya.. saat memasuki tikungan di jalan tol dan (demi keperluan test drive) kami dalam kecepatan agak tinggi, mobilnya pun terasa lebih stabil dan berkurang rasa limbung atau terguncang di dalam kabin.
Apakah ini hanya perasaan kami saja atau memang Sport Mode didesain lebih stabil? Mungkin saja. Yang jelas hal ini menjadi pembelajaran bahwa Santa Fe dengan Eco Mode tak perlu dibejek-bejek pedal gasnya apalagi di dalam kota yang padat dan ramai, cukup rasakan kenyamanan yang tinggi dan secara emosional terpenuhi harapannya, terutama visibilitas, kenyamanan saat di jalan tak rata dan juga akomodasi. Saat bepergian jauh pun (menggunakan jalan tol) kami rasa tidak terlalu perlu menggunakan Sport Mode, dengan Eco Mode cukup kok, kecuali rekan-rekan pembaca AutoJago.com sangat terburu-buru ya. Berdasarkan ungkapan rasa dari tester kami, saat mengendarai Hyundai Santa Fe-Hybrid di jalan tol atau keluar kota, SUV ini memberikan rasa nyaman dan lebih dekat dengan alam sekitarnya dan hal ini sangat penting baginya serta bagi orang yang memang suka menikmati jalan jauh luar kota dengan pemandangan alam.
Untuk sebuah SUV premium dengan kisaran harga mulai dari Rp700 jutaan hingga Rp900 jutaan, Hyundai Santa Fe cukup memberikan kepuasan secara kenyamanan, visibilitas dan akomodasi serta performa. Tapi ada satu hal yang kami belum jelajahi, yakni medan Off Road. Di medan ini mungkin diwaktu-waktu kedepan bisa kita jajal, tapi untuk sebuah SUV premium yang sangat nyaman untuk keluarga, apakah perlu ke medan off road? Bisa jadi, apalagi kalau mau camping di alam terbuka. But for now, untuk mobilitas harian, Hyundai Santa Fe kami rasa sangat mengerti kebutuhan keluarga.
Nantikan ulasan detil kami di Youtube channel: https://www.youtube.com/@autojago