Hyundai Boulder Concept: Calon SUV Ladder-Frame Sangar Penantang Toyota Prado
Felix Ganafi
|3 April 2026

Raksasa otomotif Korea Selatan, Hyundai, baru saja mengguncang panggung New York Motor Show dengan memperkenalkan Hyundai Boulder Concept. Bukan sekadar mobil pameran biasa, SUV berpenampilan kekar ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Hyundai sejak era Terracan, karena dibangun di atas platform ladder-frame (sasis tangga) yang sepenuhnya baru.
Langkah ini mempertegas ambisi Hyundai untuk terjun ke segmen kendaraan "pekerja keras" dan petualang, yang selama ini dikuasai oleh nama-nama besar seperti Toyota Prado, Ford Everest, hingga Ford Ranger. Kehadiran Boulder menjadi pratinjau desain sekaligus teknologi bagi lini model pikap dual-cab dan SUV tangguh Hyundai yang direncanakan meluncur pada tahun 2030.

Secara visual, Boulder Concept mengadopsi bahasa desain 'Art of Steel' yang agresif dan serba kotak. Lengkungan roda yang lebar dipadukan dengan ban mud-terrain 37 inci serta velg 18 inci, memberikan kesan siap melahap medan ekstrem. Fitur off-road yang disematkan pun tidak main-main; mulai dari differential locks depan-belakang, low-range transfer case, hingga sistem kontrol jelajah off-road X-Trek yang juga diadopsi oleh Kia Tasman.
![]()
"Kami yakin konsep SUV ultra-tangguh ini mampu memenuhi kebutuhan para pencari petualangan eksklusif," ujar SangYup Lee, bos desain global Hyundai.

Masuk ke bagian interior, Hyundai justru meninggalkan tren layar raksasa yang mendominasi mobil modern. Mereka memilih menggunakan barisan "display pods" yang dapat disesuaikan dan tombol fisik berukuran besar untuk memudahkan pengoperasian fitur off-road saat berkendara di medan sulit. Uniknya lagi, terdapat jendela safari khas Land Rover Discovery di atas pintu belakang untuk memberikan pencahayaan kabin yang lebih alami.

Meski dikembangkan dan diproduksi di Amerika Serikat menggunakan baja lokal, lini model berbasis sasis tangga ini masih dalam tahap pertimbangan untuk pasar setir kanan seperti Australia dan Indonesia. Tantangan utamanya terletak pada fasilitas produksi di AS yang saat ini masih berfokus pada kemudi kiri. Namun, dengan potensi pasar SUV tangguh yang terus meningkat, kehadiran penantang baru dari Hyundai ini tentu menjadi kabar yang sangat dinantikan para pecinta otomotif global.