First Drive Mazda CX-80 PHEV, SUV Hybrid Tercanggih di Kelasnya
Alvando Noya
|10 November 2025
Kehadiran Mazda CX-80 ini menjadi langkah penting bagi pabrikan untuk bersaing di era elektrifikasi Tanah Air. Maka dari itu, pabrikan menyematkan teknologi Plug-in Hybrid EV (PHEV) yang disokong mesin bensin turbo dan motor listrik sebagai sumber daya. Tapi Mazda tidak mau setengah-setengah, tawaran tersebut langsung disematkan pada model teratas, termahal dan termewah di Mazda CX-80 PHEV. Hadir pada awal tahun ini, Mazda CX-80 PHEV ditujukan bagi konsumen elite dengan budget Rp 1 miliaran, pabrikan sendiri membanderol CX-80 PHEV dengan harga Rp1,199 Miliar dan tersedia dalam dua pilihan varian Elite dan Kuro.
Kami berkesempatan untuk menjajal Mazda CX-80 PHEV yang memiliki aura mewah luar dalam serta dukungan fitur yang berlimpah. Desain eksteriornya mencolok berkat bahasa desain Kodo yang berpadu dengan aksen-aksen hitam di bagian grille, velg dan spion. Lampu utamanya menggunakan projector LED yang juga terintegrasi dengan lampu Daytime Running Light.

Berada di balik kemudi Mazda CX-80 PHEV kita langsung mendapatkan posisi duduk yang commanding khas SUV jangkung. Visibilat terlihat maksimal ke segala arah, selain itu mudah pula mendapatkan posisi duduk yang nyaman berkat elektrik seat dan pengaturan tilt-telescopic steering.
Motor listrik pada Mazda CX-80 PHEV ini menjadi penggerak pembuka tombol engine dinyalakan. Pada kondisi ini kita benar-benar merasakan sensasi mobil EV karena kendaraan bergerak dengan senyap dan torsinya terasa begitu instan.
Di atas kertas, Mazda CX-80 ini mampu berjalan dengan motor listrik sejauh 60 km tanpa bantuan mesin bakar. Sementara jika pada putaran tinggi, mesin bensin akan otomatis aktif dan ikut menggerakan roda bersama dengan motor listriknya.
Mazda CX-80 PHEV punya tenaga maksimal mencapai 323hp dengan torsi puncak 500Nm, dan itu sangat cukup untuk mobilitas harian dalam kota maupun ke luar kota. Kami juga memanfaatkan empat mode berkendara mulai dari EV, Normal untuk pengendaraan dinamis, Sport dan off-road.
Bekal mode off-road ini tersedia karena Mazda CX-80 PHEV didukung penggerak all wheel drive. Namun bukan berarti untuk melahap medan berat seperti lumpur dan jalanan ekstrem, kita bisa membawanya ke medan tanah atau jalan bebatuan tanpa khawatir akan kehilangan kendali.
Sangat mudah untuk mengendarai Mazda CX-80 PHEV ini, meski penggerak AWD kami tidak merasakan gejala oversteer saat berbelok atau spinning saat berakselerasi di jalan aspal. Cengkraman rodanya pas dan sistem secara pintar bisa membagi bobot torsi si setiap putaran roda.
Selain itu, hadirnya fitur i-Activesense alias ADAS pada Mazda CX-80 PHEV membuat perjalanan terasa lebih mudah. Menu seperti Mazda Radar Cruise Control cukup membantu saat berada di jalan tol dan mudah untuk di atur melalui lingkar kemudi. Selain itu tersedia pula Lane Departure Warning System, Blind Spot Monitoring, Front Cross Traffic Alert hingga Smart Brake Support untuk sistem pengereman otomatis. Memang fitur-fitur tersebut terasa cukup sensitif membaca kondisi jalan namun bisa menekan terjadinya kecelakaan di jalan raya.
Kami juga memuji ruang kabin yang lega untuk menampung hingga 6 orang penumpang dengan captain seat di baris kedua. Meski masih ada sentuhan manual, namun balutan material kulit dan aksen kayu di dalam kabin membuatnya tetap terlihat mewah. Ruang kompartemennya pun cukup banyak termasuk bagasi belakang yang bisa dimaksimalkan hingga 1.971 liter dengan melipat rata kursi baris tiga dan dua.

Mazda CX-80 PHEV sendiri hadir di segmen SUV premium dan beradu gengsi dengan Hyundai Palisade hybrid dan Honda CR-V e:hybrid yang juga berasal dari Jepang.
Berbeda dengan pesaingnya, Mazda CX-80 PHEV ini mampu menghadirkan pengalaman berkendara EV yang lebih maksimal, ditambah selain bisa diisi bensinnya tersedia pula port charger untuk mengisi daya baterai berkapasitas 17,8 kWh.