BMW iX1 eDrive20 M Sport, Sport Activity Vehicle Terbaik
Arfian Alamsyah
|14 Oktober 2024

Kali ini tim redaksi Auto Jago Indonesia mencoba sebuah Sport Activity Vehicle (SAV) terkompak dari BMW Indonesia. Sebuah BMW iX1 eDrive20 M Sport yang layak menjadi SAV di berbagai kesempatan.
Dalam menguji kendaraan ini, kami tidak hanya membawanya berkeliling kota, namun juga ke Road Trip tipis-tipis ke luar kota, dan membawanya untuk menunjang aktivitas hobi.
Dari sisi desain permukaan, garis, dan detail aksen eksterior BMW iX1 tampilkan identitas Sports Activity Vehicle-nya dengan lebih jelas. Fitur desain yang khas termasuk proporsi yang kuat, kontur lengkungan roda yang hampir persegi dan gaya khas model BMW X di ujung depan dan belakang.

Ujung depan yang tegas sama dengan BMW X1 terbaru memberikan visual yang tampak jauh lebih besar, didukung dengan lampu depan LED ramping, BMW kidney grille berukuran besar dalam bentuk yang ‘hampir‘ persegi, garis-garis berbentuk X ke samping dan chrome strips yang eye-catching di lower air intake semuanya tegaskan desain terbaru ini.
BMW iX1 eDrive20 M Sport hadir sebagai standar dengan velg ringan 19 inci Double–spoke style 871 M Bicolour. Adapun untuk tekankan ciri khas kendaraan full-listrik BMW, BMW iX1 eDrive20 M Sport juga dilengkapi dengan aksen BMW i Blue.
Varian full-listrik dari jajaran model BMW X1 ini makin memperluas portofolio BMW Indonesia di rangkaian kendaraan full-listrik lainnya dari SAV baru di segmen kompak premium.
BMW iX1 eDrive20 M Sport memungkinkan sebuah kendaraan listrik premium dengan daya tarik tetapi tetap sekaligus ekonomis. Model ini hadir dalam satu varian model di Indonesia, BMW iX1 eDrive20 M Sport.
Battery Electric Vehicle (BEV) ini ditenagai oleh baterai berkapasitas 64,78 kWh yang bertugas mengaliri listrik ke dinamo dengan output maksimum 150 kW/204 hp dan torsi instan 250 NM.
Mobil ini diklaim memiliki jangkauan maksimum hingga 474 kilometer dengan metode pengujian WLTP. Nanti tim tester dari redaksi kami akan membuktikan apakah klaim ini benar adanya.
Seperti pada semua kendaraan listrik BMW saat ini, BMW iX1 eDrive20 M Sport juga menggunakan teknologi BMW eDrive generasi kelima. Unit penggerak yang sangat terintegrasi pada gandar depan.
Model entry-level listrik terbaru ini menghasilkan torsi maksimum yang tersedia secara instan sebesar 250 Nm yang membuat SAV full-listrik ini diklaim mampu berakselerasi dari nol hingga 100 km/jam dalam 8,6 detik.
Kunci iX1 eDrive20 M Sport sudah di tangan, saatnya naik ke mobil dan mencari tahu seberapa mengasyikkan mobil ini dikendarai. Enaknya punya BMW kekinian bukan hanya soal keyless kuncinya yang punya desain keren.
Tetapi mobil ini juga punya fitur Digital Key pada aplikasi My BMW. Anda tinggal download di Apps Store untuk gawai Apple atau Play Store jika device Anda Android. Lakukan login dan ikuti petunjuk pada aplikasi dan mobil, maka Digital Key sudah bisa digunakan.

Kerennya, aplikasi ini bisa membuat Anda jatuh cinta karena beragam kemudahan yang ditawarkan. Contoh pengecekan status kendaraan dari mulai kondisi aktual kendaraan, sisa baterai, hingga lokasi kendaraan bisa diketahui dari sini.
Aplikasi ini juga menyimpan profil Anda dan preferensi setup kursi, AC Anda pada mobil. Jadi gampangnya, mobil ini mampu mengenali Anda sebagai pengendara dan menyiapkan setting favorit Anda, sehingga Anda makin terikat atau serasa punya bonding dengan mobil. Lovely banget.
Ketika profil sudah aktif di mobil, Anda tinggal siap-siap jalan saja. Namun sebelumnya Anda harus menekan tombol START/STOP yang posisinya sejajar armrest. Anda jangan terkecoh dengan AC-nya yang sudah dingin ketika membuka pintu mobil, karena ada logo OFF di panel instrumen yang menandakan mobil belum siap untuk berjalan.

Posisi duduk mobil ini juga seperti khasnya BMW yang selalu mampu untuk menunjang rasa Fun To Drive di tiap produknya. Sebab kursinya yang nyaman itu seolah mampu memeluk Anda serta pengaturannya pun sudah elektris ke-8 arah. Tilt and telescopic setirnya juga cukup jauh sehingga pengaturannya leluasa untuk postur tubuh seperti apapun.
Ketika dijalankan di dalam kota mobil ini menunjukkan supremasinya. Karena hemat sekali energi listriknya, sistem adaptive di mode berkendara PERSONAL maupun EFFICIENT mampu membaca gerak mobil di depan. Sehingga sistem akan memberikan pengendaraan yang paling efisien.
Tercatat saat kami berjalan di dalam kota dengan kecepatan rata-rata 22 km/jam, efisiensi energi di angka 7,8 hingga 8,1 kilometer bisa diraih untuk setiap kWhnya. Artinya jika dikali dengan kapasitas baterai, secara teoritis mobil ini mampu jalan hingga di atas 520 kilometer!

Kehebatan Regenerative Brake BMW iX1 eDrive20 M Sport ini juga patut diacungi dua jempol. Seluruh energi yang hilang seakan mampu dikembalikan secara utuh, alias nyaris satu banding satu. Bahkan kami berani bilang ini adalah mobil listrik dengan sistem Regenerative Brake terbaik yang pernah kami coba.

Apalagi saat BMW iX1 eDrive20 M Sport ini kami ajak plesiran ke luar kota. Di tol dengan mode berkendara paling efisien sekalipun, tak sulit membuat speedometer mobil ini menunjuk angka di atas 135 km/jam. Angka konsumsi energi pun manteng antara 7,2 hingga 7,6 km/kWh.
Road Trip naik mobil ini juga enggak mudah terasa lelah. Karena kursinya nyaman diduduki. Tidak terlalu empuk namun mampu menopang tubuh dengan baik. Hal itu ditunjang dengan setup suspensi yang oke, tidak terlalu keras namun tetap mantab saat di kecepatan tinggi.
Karakter premium pada mobil ini pun semakin ditingkatkan lagi dengan panorama glass roof dan HiFi loudspeaker system Harman Kardon. Kualitas reproduksi suara dari speakernya luar biasa jernih, bass terasa berisi dan kuat tanpa kehilangan detail vokal.

Membawa 3 orang anggota keluarga lainnya juga nikmat. Tak hanya kursi belakangnya yang bisa menopang badan secara baik. Tapi juga ditunjang dengan kapasitas bagasi yang lapang. Beragam barang bawaan seperti tas, koper, hingga stik golf mampu diakomodir dengan baik di bagasinya.
Kompartemen belakang BMW iX1 mencakup tiga full-sized seats menawarkan peningkatan luar biasa dalam kenyamanan tempat duduk. Jok belakang yang terbagi dalam 40: 20: 40 split bisa dilipat atau disesuaikan sudutnya untuk memperluas kapasitas bagasi. Kapasitas bagasi iX1 dari 490 liter dapat ditingkatkan hingga maksimum 1.495 liter.
Masuk ke jalan sempit atau nyetir ke daerah yang rural juga enggak khawatir dengan mobil ini. Berkat desain SAV yang punya Ground Clearence tinggi membuatnya fleksibel diajak kemana saja. Demikian pula dengan putaran setir yang sangat enteng dapat membantu kaum hawa di pengendaraan dalam kota.

Saat hendak diajak berlari pun mobil ini tak kesulitan, tarik saja tuas paddle shift berlogo M Boost di sebelah kiri setir. Maka mobil akan mendapatkan tenaga tambahan sekitar 30 KW atau sekitar 40 HP secara instan. Proses overtaking terasa mudah dilakukan tanpa beban.

Angka akselerasi juga sudah kami uji menggunakan alat berbasis GPS yang mampu mengambil 10 data per detik. Hasilnya ia mampu berlari dari diam ke 100 km/jam hanya dalam 8,5 detik alias lebih cepat 0,1 detik dari klaim BMW Indonesia.
Lantas berapa konsumsi energinya saat dipacu di jalan tol dengan kecepatan konstan? Lagi-lagi BMW iX1 eDrive20 M Sport ini mampu menunjukkan tajinya. Dengan kecepatan rata-rata 90 km/jam di jarak sejauh lebih dari 150 kilometer ia mampu mencatat konsumsi energi di angka 6,8 hingga 7,1 km/kWh.
Sistem Adaptive Cruise Control mobil ini juga terintegrasi dengan sistem Regenerative Brakingnya. Memanfaatkan radar dan kamera di bagian depan mobil ini ia dapat memprediksi jarak dengan baik serta intervensi rem yang sangat sedikit.

Alhasil BMW iX1 eDrive20 M Sport ini mampu mengikuti kendaraan lain di jalanan tanpa sistem terlalu banyak melakukan pengereman untuk menyesuaikan kecepatan, sehingga membuat pengemudi dan penumpang mobil ini tak mual.
Karena biasanya sistem Adaptive Cruise Control itu dominan menggunakan rem untuk dapat menyesuaikan dengan kecepatan kendaraan di depannya. Kali ini kami benar-benar merasakan jargon German Engineering Never Lies...
Soal pengecasan juga cukup bisa diandalkan, unit pengisian daya gabungan pada BMW iX1 eDrive20 M Sport memungkinkan pengisian daya AC hingga 22 kW sebagai standar. Hal ini memungkinkan baterai bertegangan tinggi diisi dari nol hingga 100 persen dari kapasitasnya dalam waktu 6,5 jam.

Klaimnya, status pengisian baterai dapat ditingkatkan dari 10 menjadi 80% dalam waktu 29 menit di stasiun pengisian cepat. Namun, pada kenyataannya pada pengetesan aktual untuk mengisi daya baterai dari 1% ke 80% membutuhkan waktu sekitar 40 menit.

Hal ini menurut kami sebenarnya bukan disebabkan karena mobilnya. Mengingat infrastruktur charging di Indonesia belum se-maju di negara lain. Walaupun memakai 'dispenser' pengisian 200 kW tetapi daya yang bisa masuk hanya berkisar di 75 sampai 85-an kW.
Belum lagi kalau di dispenser tersebut digunakan oleh 2 atau lebih kendaraan listrik. Dayanya akan lebih turun lagi yang bisa masuk ke kendaraan, kendati BMW iX1 eDrive20 M Sport sudah dilengkapi dengan perangkat lunak pengisian daya yang sangat efisien.

Melalui sistem ini, daya pengisian daya dapat dikontrol secara spesifik saat energi dialirkan. Selain itu, manajemen termal antisipatif memastikan bahwa suhu baterai bertegangan tinggi dikontrol secara optimal pada waktu yang tepat sebelum singgah di stasiun pengisian cepat.
Saat sistem navigasi aktif, baterai secara otomatis dipra-kondisikan sebelum pengisian daya direncanakan dihentikan. Pra-pengkondisian baterai dapat diaktifkan dan dinonaktifkan secara manual oleh Anda kapan saja melalui aplikasi MyBMW di Smartphone.

BMW iX1 eDrive20 M Sport menawarkan rangkaian perlengkapan standar yang lengkap, termasuk sistem navigasi BMW Maps, AC otomatis 2 zona, berbagai sistem bantuan pengemudi modern, Parking Assistant termasuk Reversing Assist Camera dan berbagai layanan digital inovatif.

BMW iDrive baru dengan "QuickSelect" dan Sistem Operasi BMW 9 baru juga merupakan perlengkapan standar. Hal ini memungkinkan konten digital yang lebih luas untuk informasi dan hiburan.
Siklus pembaruan softwere yang lebih cepat untuk fungsi over-the-air serta akses yang dioptimalkan ke banyak layanan online tertentu seperti aplikasi pihak ketiga, layanan navigasi dan parkir yang diperluas, serta kemungkinan tambahan untuk personalisasi.

Misalnya melalui My Modes lebih lanjut. Dengan cara ini, Sistem Operasi BMW 9 juga menciptakan kondisi bagi pelanggan untuk menyesuaikan sistem hingga tingkat tinggi dengan layanan digital tambahan, yang tersedia dalam penawaran BMW Digital Premium baru.
BMW Curved Display adalah jantung dari tampilan dan sistem kontrol. Ini terdiri dari Tampilan Informasi 10,25 inci dan Tampilan Kontrol dengan diagonal layar 10,7 inci di bawah permukaan kaca umum yang melengkung ke arah pengemudi. BMW iDrive generasi terbaru dilengkapi layar start yang didesain ulang dengan "QuickSelect".
Artinya sistem telah menerima struktur menu yang ditingkatkan, berorientasi pada perangkat dari sektor elektronik konsumen. "QuickSelect" memungkinkan berbagai fungsi diakses secara langsung tanpa harus beralih ke submenu.
Ini berarti bahwa BMW iDrive baru bahkan lebih konsisten diarahkan pada pengoperasian sentuh yang intuitif dan kontrol melalui bahasa yang alami alias natural.

BMW iX1 juga dilengkapi dengan fitur-fitur canggih lainnya seperti sistem mengemudi dan parkir otomatis yang kini tersedia untuk digunakan. Driving Assistant memiliki fitur Radarbased driver assistance system consis terdiri dari:
* Lane Change Warning
* Rear Crossing Traffic Warning with Brake Intervention
* Exit Warning
* Rear Collision Prevention
* Driving Assistant Plus preparation
* Parking Assistant + Camera
* Ultrasound-based Driver Assistance System
* Park Assist
* Active Park Distance Control
* Reversing Assistant
* Lateral Parking Aid
* Reversing Assist Camera
Walaupun pabrikan menganggap mobil yang dikeluarkannya sudah sempurna. Namun tetap ada celah untuk dilakukan penyempurnaan, menurut redaksi kami 5 hal ini akan membuat BMW iX1 eDrive20 M Sport lebih baik.

Kendati BMW iX1 eDrive20 M Sport ini sudah dilengkapi dengan kamera 360 yang resolusinya luar biasa jernih, tetapi dengan pilar A yang lebih tipis desainnya akan makin mengurangi Blind Spot pada SAV ini. Driver perempuan akan lebih percaya diri dengan desain pilar A yang lebih tipis.

Menurut redaksi kami, idealnya posisi paddle shift untuk mengaktifkan M Boost sebaiknya dipindah di sebelah kanan. Sebab akan lebih natural penggunaannya karena identik dengan up-shift atau pindah gear ke atas. Sementara di sebelah kiri identik dengan downshift untuk mendapatkan engine brake.
Bila Paddle Shift M Boost sudah dipindahkan ke sebelah kanan, maka paddle shift sebelah kiri bisa difungsikan sebagai shortcut untuk memilih selector B (Brake). Menurut kami penggunaannya akan jauh lebih natural karena serasa melakukan engine brake.

Menurut redaksi kami mobil ini adalah yang terbaik di kelasnya. Pengendalian menyenangkan dikombinasi dengan konsumsi energi listrik yang hemat membuatnya layak menjadi daily driver sehari-hari. Menjadikan mobil dengan banderol Rp 1.299.000.000 (Off-The Road) ini ideal untuk digunakan dalam berbagai kesempatan.
Gallery