BAIC BJ80 Memiliki Mesin 3.000 cc V6 Turbo, perpindahan transmisi yang halus.
Arfian Alamsyah
|28 Oktober 2024

Pecinta brand Mercedes-Benz jangan menyala (baca: marah) dulu! Kami juga penggemar brand asal Jerman tersebut. Tapi beneran deh, meski singkat, kami bisa mengambil kesimpulan sementara bahwa sensasi nyetir BAIC BJ80 lebih enak dari G-Class. Kok gitu?
Pertama dari desain bodi yang jelas mirip banget sama G-Class, tapi hal itu enggak berlanjut ke interiornya yang beda dengan Mercedes-Benz legend yang satu itu. Namun demikian materialnya terasa berkelas selayaknya mobil buatan Eropa. Banyak soft touch dan tombol-tombol fiturnya enak ketika ditekan.

Well, meski mobil yang kami coba ini adalah masih versi setir kiri, namun ini cukup bisa mewakili rasa mobil BJ80 ini. G-Class alias Glandewagen memang terlahir sebagai mobil yang mantab. Perawakan macho, desain abadi, dipadu dengan mesin kencang (versi AMG) membuat ia begitu dicintai.
Namun jika dibawa saat lalu lintas harian BAIC BJ80 ini lebih bersahabat. Karena suspensinya lebih terasa moderat dibandingkan SUV pertama Mercedes-Benz tersebut. Akselerasi memang tak sebuas V8-nya Mercy tapi mesin 3.000 cc Turbo berkonfigurasi V6 yang ada di balik kap mesin G80 ini begitu halus saat menderu.

Transmisi 8-percepatan racikan ZF bekerja dengan baik menyalurkan tenaga ke semua rodanya. Perpindahan giginya halus selayaknya mobil Jerman. Manteb deh pokoknya. Kalau enggak lihat emblem di setir, Anda sejenak lupa kalau mobil ini buatan China.

Posisi duduk juga oke, kami tak kesulitan beradaptasi walau posisi setir mobil ini enggak lazim. Selain itu pilar A yang tipis juga membantu visibilitas untuk bermanuver. Hal yang kami suka lainnya adalah kursinya yang rasanya mirip sedan Mercedes-Benz! Enggak kaku selayaknya G-Class.
Kursi yang bisa diatur elektrik ini memang enggak empuk, tapi justru ini akan jadi resep yang pas saat harus melalui perjalanan jauh. Kursi akan menyangga badan dengan baik sepanjang perjalanan, dengan tetap 'memeluk' tubuh saat bermanuver cepat.

Tapi ya karena bodinya tinggi baiknya jangan ajak dia bermanuver seperti mobil reli, namun bawalah yang halus. Niscaya mobil ini akan membuai Anda. Tenaga mobil terus padat mengisi membuat BAIC BJ80 ini terasa effortless di jalan. O ya, kami juga suka rasa pedal remnya, menggigit tapi tidak mengagetkan, Eropa banget!
Mumpung BJ80 ini belum masuk Tanah Air secara resmi karena masih dalam format setir kiri, maka masih banyak kesempatan yang dapat dilakukan untuk menyempurnakan mobil ini. Di antaranya:

1. Penyesuaian Tombol Setir sesuai Indonesia (Kiri untuk Head Unit, dan kanan untuk Panel Instrumen).
2. Panel instrumen desainnya bisa lebih baik lagi.
3. Memberikan fitur ADAS yang lebih lengkap.
4. Menggunakan ban dengan kualitas lebih baik.
5. Memasukkan juga varian mesin diesel di Tanah Air.
6. Pasang Paddleshift.

Apakah BAIC BJ80 lebih baik dari Mercedes-Benz G-Class? Kami berani bilang jawabannya adalah ya, khusus untuk bantingan suspensinya. Lainnya seperti kualitas buatan, tenaga, fitur ya jelas G-Class lebih baik, karena secara harga juga G-Class hampir 5-7 kali dari banderol BJ80 ini. Menurut kami BJ80 ini pas dimiliki oleh kolektor yang punya G-Class tapi enggan untuk menggunakannya sehari-hari.
Gallery