Kabin Toyota Innova Zenix vs BYD M6: Siapa Yang Lebih Unggul?
Arfian Alamsyah
|13 November 2024

Datang sebagai Multi Purpose Vehicle (MPV), baik Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 Q HEV CVT TSS Modellista sebagai Hybrid Electric Vehicle maupun Build Your Dreams (BYD) M6 Superior 6-Seater, menawarkan fungsionalitas kabin yang tinggi.
Pertama, kita mulai dari kabin depan Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 Q HEV CVT TSS Modellista. Desain dashboard bertingkat tidak hanya menawarkan aura mewah di Kijang generasi ke-8 ini, namun juga memberi kepraktisan yang memadai. Terdapat laci penyimpanan tertutup dan slot untuk menyimpan barang bawaan ringan seperti smartphone, dompet, maupun gadget lainnya. Penumpang Innova Zenix mendapatkan wireless charger di konsol tengah, disertai 4 USB-C slot.

Beralih ke pintu samping, terdapat jejeran cup holder yang dapat diisi hingga lebih dari tiga botol air mineral ataupun minuman kaleng. Pun demikian dengan gagang pintu yang dapat difungsikan sebagai tempat penyimpanan ringan seperti uang koin dan sebagainya. Singkatnya, utilitas kabin Kijang Innova Zenix Hybrid sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.
Kembali ke BYD M6 Superior 6-Seaters, desain dashboard-nya tidak seprogresif Kijang Innova Zenix. Desain dashboard yang agak kurang update itu, terus berlanjut ke sisi kepraktisan yang tidak sebaik rivalnya asal Jepang itu. Karena hanya terdapat satu buah laci penyimpanan tertutup, di mana sisanya merupakan tempat penyimpanan di depan dan belakang tuas transmisi.

Cup holder juga tidak sebanyak milik Innova Zenix. Hanya terdapat satu buah saja yang bisa menampung botol minum atau minuman kaleng yang dibawa. Beruntung, kekurangan itu terobati dengan keberadaan tombol power window dan pengatur spion elektrik yang desainnya mirip mobil racikan Eropa.
Posisi duduk yang nyaman dan ergonomis sangat bermanfaat dalam menunjang mobilitas. Keberadaan arm rest di konsol tengah Innova Zenix, menawarkan kenyamanan lebih baik. Posisi tuas transmisi yang lebih tinggi dekat kemudi, juga memberikan kemudahan dan menjaga ergonomi pengendara. Memang desain tuas transmisi BYD tampak futuristis, namun karena posisinya terlalu rendah malah terasa kurang ergonomis. Pun begitu dengan posisi armrestnya yang agak rendah, menurut kami sedikit mengurangi kenyamanan.
Kursi depan BYD M6 juga terasa empuk saat diduduki dan pengaturannya elektrik. Meskipun masih manual, bangku penumpang depan Innova Zenix sama nyamannya dan mudah digerakkan. Lanjut ke interior belakang, kursi depan Innova Zenix dapat bergeser maju-mundur lebih jauh ketimbang milik BYD M6. Sehingga, ruang kaki penumpang di bangku baris ke-2 Toyota Kijang Innova Zenix pun meningkat.

Kursi baris kedua M6 sama empuknya dengan kursi depan. Sayangnya, untuk kenyamanan kabin tengah, M6 harus mengakui keunggulan Kijang Innova Zenix. Ottoman electric recline yang nyaman karena dilengkapi leg rest dengan long slide, bisa disulap ala sofa ruang keluarga yang begitu rileks untuk beristirahat selama perjalanan.
Ketika melihat ke atas, memang tirai pada panoramic roof BYD M6 Superior 6-Seaters bisa dibuka secara elektrik melalui tombol di area kaca spion tengah. Tetapi panoramic roof-nya tidak bisa slide and tilt layaknya Innova Zenix. Atap kaca Innova Zenix yang bisa dibuka, menghadirkan suasana yang menenangkan ketika perjalanan di wilayah pegunungan, serta memberikan rasa senang kepada anak-anak dengan adanya semilir angin.

Sementara di BYD M6 Superior 6-Seaters, hal tersebut tidak bisa dilakukan lantaran versi termahal mobil keluarga ini hanya dilengkapi panoramic glass yang tidak bisa dibuka-tutup.
Lanjut utilitas baris kedua. Lagi-lagi Kijang Innova Zenix Q HEV Modellista menunjukkan kebolehannya. Di tengah-tengah Ottoman Captain Seat terdapat meja kecil yang dapat difungsikan menjadi cup holder ekstra. Jadi Anda bisa punya tambahan dua buah cup holder, sedangkan di M6 tidak tersedia.

Meski demikian, bagian bawah masing-masing pintu M6 bisa difungsikan pula sebagai cup holder. Tapi jumlah cup holder-nya tidak sebanyak milik Kijang Innova Zenix Q HEV Modellista. Pada Kijang, masing-masing pintu bisa menyimpan lebih dari 3 botol air, sedangkan M6 maksimal hanya 2 botol saja.
Mengenai Rear Seat Entertainment, Zenix bermesin hybrid ini dilengkapi sepasang monitor 10 inch dengan koneksi internet di balik sandaran bangku depan yang dapat diakses secara terpisah. Sehingga, penumpang di belakang seperti anak dan istri Anda, dapat menyaksikan tayangan film yang berbeda. Meskipun yang kami bawa ini adalah M6 dengan harga termahal, hal itu tidak bisa dilakukan karena monitornya tidak ada.

Lanjut ke kursi baris ketiga. Untuk ruang kepala, bahu, dan kaki, jelas Kijang Innova Zenix Q HEV Modellista mengungguli Multi Purpose Electric Vehicle (MPEV) asal Tiongkok tersebut. Demikian juga dengan kepraktisan kabinnya, cup holder dan tempat penyimpanan disediakan hingga kursi paling belakang.
Biasanya, mobil dengan 3 baris bangku sulit memberikan kenyamanan duduk untuk 3 orang di baris terakhir. Namun, secara meyakinkan Zenix mampu mengangkutnya dengan baik tanpa penumpang merasa berdesakan. Di sini, M6 harus mengakui keunggulan mobil hybrid Toyota pertama buatan lokal tersebut lantaran hanya dapat membawa 2 orang saja.

Belum lagi ketika membahas kapasitas bagasi Zenix saat semua kursi digunakan. MPV hybrid ini jelas unggul dibandingkan M6, termasuk saat bangku terakhir dilipat untuk menambah luasan bagasi. Plus, di bagasi Zenix terdapat lampu yang bisa dinyala-matikan guna memudahkan penumpang.
Kenapa urusan dimensi bagasi Zenix unggul? Hal ini karena dimensi bodi Zenix yang lebih bongsor bila dibandingkan dengan M6. Kemudahan lipat rata bangku juga menambah fungsionalitas kabin Innova Zenix untuk mendukung apapun aktivitas keluarga.

Untuk adu fungsionalitas dan kepraktisan di dalam kabin, Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 Q HEV CVT TSS Modellista jelas lebih unggul bila dibandingkan dengan BYD M6. Meski tidak sepraktis Zenix, M6 juga memiliki kelebihan dalam hal rasa posisi duduk yang rendah layaknya mobil sedan.