Hyundai IONIQ 5 N: versi high-performance dari IONIQ 5
Arfian Alamsyah
|24 November 2024

Kelahiran Hyundai IONIQ 5 N tak bisa dilepaskan dari IONIQ 5 yang menjadi basisnya. Lantas apa saja yang membedakan versi High Performance (IONIQ 5 N) dengan versi biasa? Mari simak ulasan detail berikut ini yang tim redaksi Auto Jago Indonesia sajikan khusus untuk pembaca setia website ini.
Kalau kita melihat dari sisi depan, tentu saja depannya itu yang paling striking (menyolok) atau paling membedakan itu adalah bumper depannya di mana ia dilengkapi dengan Hyundai Exclusive N Front Bumper, dengan Orange Strip yang membentang dari kiri sampai kanan, juga memakai emblem Semi-Gloss Black untuk huruf H dan juga Flat Aluminium N Emblem di bagian tersebut.

"Begitu juga dilengkapi dengan Air Curtain di bagian samping, lalu di sisi depan samping, lalu Active Air Flaps (AAF) gunanya untuk menchannel udara, agar bisa mendinginkan baik itu perangkat remnya maupun baterainya," kata Bonar Damarjati Pakpahan, selaku Product Expert Assistant Manager PT. Hyundai Motors Indonesia (HMID) kepada tim redaksi kami.

Terus kalau kita misalnya pindah dari sisi depan ke sisi samping, kita akan menemukan elemen-elemen desain lainnya. Mulai dari Air Exclusive Black Outside Mirrors, terus kemudian penggunaan velg Forged Wheels dengan ukuran 21 inchi yang desainnya juga merupakan desain ekslusif N.
Kemudian penggunaan side skirt dengan Exclusive Luminous Orange Strip dengan penggunaan strip orange yang juga membentang dari depan sampai belakang, N Exclusive Rear Spoiler, dan Wheel Arch Molding baik depan maupun belakang, terutama untuk sisi belakang juga dilengkapi dengan Air Holes, dengan tujuan yang sama juga. membantu mendinginkan rem.
Terus kalau kemudian kita mundur ke bagian belakang, kita juga akan menemukan N Exclusive Auxiliary Stop Lamp yang bentuknya segitiga terbalik, terus kemudian penggunaan emblem Semi-Gloss Black baik untuk huruf H maupun tulisan IONIQ 5-nya.

"Terus bumpernya juga memiliki desain yang berbeda yang juga ekslusif, dan bagian bawahnya juga dilengkapi dengan diffuser yang juga diberikan aksen orange strip itu tadi, serta ada Air Outlet yang berguna juga untuk menchannel udara keluar menjauh dari kendaraan," jelas Bonar sapaan akrab kami ke Bonar Damarjati Pakpahan.

Nah, ketika kita masuk ke dalam kendaraan / ke dalam mobil, kita akan menemukan beberapa komponen-komponen fisik yang sedikit membedakannya dengan IONIQ 5 biasa. Tentu saja dari yang pertama N Exclusive Steering Wheel, dengan logo N yang besar dan juga dengan bentuknya yang sedikit berbeda, serta dilengkapi dengan tombol-tombol untuk mengaktifkan model N.

Kemudian, baik itu Meter Cluster dan System Infotaiment-nya pun juga menggunakan N Exclusive Graphical User Interface, jadi selain font-nya berbeda, warnanya berbeda, tampilannya secara overall berbeda, informasi yang ditampilkan pun juga berbeda.
"Seperti kalau saya mau ambil contoh mengenai suhu baterai, atau mengenai suhu motor listriknya itu juga bisa dilihat melalui meter cluster-nya maupun sistem infotaiment-nya. Begitu juga dengan gaya gravitasi atau pun gaya G pada saat ke depan, ke belakang, ke kiri ataupun ke kanan, informasi-informasi yang sekiranya relevan untuk ketika mobil ini dipakai di lintasan balap," jelas Bonar lagi.

Terus juga ada N Exclusive Metal Pedals, dan N Exclusive Center Console. Nah, kalau di IONIQ 5 yang versi biasa itu kan Center Console-nya bisa digeser, maju-mundur nah kalau ini fixed. Kenapa fixed? Karena di samping daripada Center Console-nya baik di kiri maupun di kanan ada Knee Pad atau Pad untuk lutut, gunanya supaya si pengemudi atau penumpang yang duduk di depan itu mengalami G Force yang cukup besar, mereka bisa menggunakan lutut mereka atau kaki mereka sebagai additional bracing, di samping tentu saja kursinya sudah ada bolsternya.

"Speaking of kursi, tentu saja ini IONIQ 5 N dilengkapi dengan semi sports bucket seat dengan logo yang bisa menyala atau iluminasi. Mempunyai Cooling and Heating Function juga dan tentu saja yang paling penting, dalam konteks dia sebagai High Performance EV (Electric Vehicle), kursinya dilengkapi dengan Side Bolster, sehingga bisa membuat tubuh kita itu seakan-akan erat dengan kursinya, sehingga tidak akan bisa bergeser ke kiri maupun ke kanan pada saat mengalami G Force yang cukup tinggi," jelas Bonar yang lulusan Monash University jurusan Industrial Design angkatan 1998 ini.
Nah, itu bicara soal eksterior, interior. Bagaimana dengan Performance-nya, tentu saja secara teknis perbedaanya pun juga cukup signifikan. "Saya mungkin tidak bisa menjelaskannya detail satu demi satu jadi saya hanya memberikan informasi secara overall dimulai dari pertama IONIQ 5 yang dipasarkan di Indonesia itu hanya menggunakan Single Motor, di mana motor tersebut berada di roda belakang, tetapi IONIQ 5 N itu menggunakan Dual Motor, satu di depan dan satu di belakang, terus kemudian masing-masing dari motor listrik tersebut memiliki output yang lebih besar dibandingkan IONIQ 5 biasa," jelas Bonar yang juga lulusan University of Melbourne ini.

Dan baterainya pun juga memiliki kapasitas yang berbeda. Kalau IONIQ 5 Signature Long Range yang dipasarkan di Indonesia memiliki kapasitas baterai 72,6 kWh, dia (5 N) 84 kWh, lebih besar lagi. Dan tentu saja tidak hanya itu, karena mobil ini secara dari grown up hendak dibuat menjadi mobil yang Track Ready, tentu sasisnya juga diupgrade / diperkuat.

Jadi ada beberapa hal yang dilakukan oleh Engineers dan Designer Hyundai terkait dengan hal ini, seperti Reinforced Body Torsion Strength, terus kemudian penambahan las titik di beberapa sudut lokasi-lokasi yang cukup penting, yang dihighlight di beberapa warna merah dan warna biru, dan juga Reinforcement-reinforcement di berbagai titik lainnya, sehingga hasilnya adalah sebuah sasis atau rangka kendaraan yang benar-benar rigid, yang sanggup menerima output motor listrik yang sangat besar.

Bonar yang juga memegang gelar Applied Commerce (International) ini pun bilang, "Dan tentu saja tidak hanya sasis ataupun performance-nya, tapi juga sistem pengeremannya. Tapi nanti untuk sistem pengeremannya saya punya informasinya sedikit lebih mendetail di slide-slide yang nanti," katanya ke awak redaksi kami.
"In the meantime secara overall inilah spesifikasi atau figur dari IONIQ 5 N, di mana ia memiliki motor output 166 kW (kiloWatt) atau 266 PS untuk motor depannya, 282 kW atau 383 PS untuk motor belakang sehingga totalnya menjadi 448 kW atau 609 PS for the combined motor output. Nah ini sedikit muncul duluan yaitu N Grin Boost nanti saya akan jelaskan secara lebih mendetail, tetapi dengan adanya fitur N Grin Boost ini output motornya bisa menjadi lebih tinggi lagi untuk beberapa saat," jelas Bonar panjang lebar.

0-100 km/jam akselerasinya (diklaim) dapat ditempuh dalam waktu 3,5 detik dalam kondisi standar, tetapi saat fitur N Grin Boost diaktifkan menjadi 3,4 detik, terus kemudian top speed-nya 260 km/jam, "Tadi sudah saya singgung battery capacity-nya 84 kWh, pun demikian karena ini (IONIQ 5 N) berangkatnya dari platforn E-GMP dengan tegangan 800 Volt, maka ia juga sanggup menerima daya sampai dengan 350 kiloWatt sehingga pengecasan baterai dari 10 sampai 80% bisa juga dituntaskan dalam waktu 18 menit," kata Bonar yang sudah bekerja di Hyundai Indonesia sejak bulan Juni 2020 ini.
Dan tentu saja dimensinya yang sedikit berbeda dibandingkan dengan IONIQ 5 biasa, tetapi juga tetap mempertahankan salah satu Unique Selling Point dari IONIQ 5 yaitu Wheelbase-nya yang cukup besar, dari poros (roda) depan sampai poros belakang 3.000 mm atau 3 meter.
"Di sini saya ingin menyampaikan atau sharing info mengenai fitur-fitur N, dibagi berdasarkan 3 pilar itu tadi, untuk pilar Racetrack Capability itu kita ada fitur N Battery Preconditioning, N Race, N-tuned Braking System, N Brake Regen, N Launch Control, dan N Grin Boost (NGB)," kata pria asal Medan, Sumatera Utara ini.

Sementara untuk Corner Rascal, salah satu pilar keduanya ada N Torque Distribution, N Pedal, N Drift Optimizer, dan juga ada Electronic Limitid Slip Diffrential (e-LSD). Dan pilar terakhir Everyday Sportscar yang diwakilkan oleh N e-Shift, N Active Sound+, dan N Light Spot Bucket Seat.
Nah pertama-tama Battery N Preconditioning, apa yang dimaksud dengan N Battery Preconditioning? Jadi ini adalah fitur yang dinyalakan untuk mempersiapkan baterai sebelum mobil turun ke lintasan balap. Jadi dia akan mempersiapkan baterai, atau lebih tepatnya suhu baterainya.

Nah, untuk balapan yang sifatnya membutuhkan output besar secara maksimum dengan durasi yang pendek, itu bisa dipilih modelnya Drag Mode. Maka saat memiliki Drag Mode, maka baterai tersebut akan dipanaskan kalau ia dingin, akan dipanaskan sampai suhu di kisaran 30 sampai 40 derajat, kalau dia terlalu panas Cooling System-nya akan bekerja untuk menurunkan suhu baterai sehingga dirange seperti itu.
Nah, Track Mode itu mempersiapkan baterai agar mobil siap untuk dipakai balapan dengan durasi waktu yang lebih panjang, misalnya dengan (jumlah) lap yang sangat banyak katakanlah, jadi baterainya itu dibuat lebih dingin, dijaga itu suhunya di kisaran 20 sampai 30 derajat.
"Nah ini di pre-condition, jadi ini dilakukan pada saat sebelum mobilnya turun, pas lagi persiapan, lagi ngecek tekanan ban segala macem, nah fitur ini dinyalakan, dan tergantung berapa suhunya pada saat itu, itu bisa membutuhkan antara 5 sampai 12 menit, either dia menaikkan suhunya kalau dia terlalu rendah, atau menurunkan suhunya kalau terlalu panas," jelas Bonar ke awak redaksi kami yang bertugas menguji performa Hyundai IONIQ 5 N di Sirkuit Mandalika beberapa waktu lalu.
Nah, terus kemudian N Race, N Race ini adalah sebuah fitur di mana output dan temprature management baik dari motor listrik maupun baterainya itu diatur secara otomatis, dibagi menjadi dua mode juga, Sprint maupun Endurance mode. Kurang lebih mirip, kalau Sprint Mode itu ia lebih memprioritaskan Maximum Out Immediate Burst of Full Power, ideal untuk lap-lap pendek misalnya, atau bagian-bagian dari sebuah sirkuit di mana membutuhkan tenaga yang besar.

"Atau Endurance Mode, Endurance Mode itu dijaga agar mobilnya bisa dipakai dalam jangka waktu panjang, jadi baik Motor Output maupun Battery Management System-nya akan diatur sedemikian rupa agar bisa maksimal pemakaian mobilnya di situasi flat driving yang non kompetitif ya (Trackday, dkk)," bilang Bonar yang mengawali karirnya pertama kali di dunia perbankan ini.
"Nah tadi saya menyinggung mengenai sistem pengereman, nah ini juga yang pembeda dengan IONIQ 5 biasa, mobil ini dilengkapi dengan rem cakram yang berukuran 400 milimeter diameternya, menggunakan caliper monoblock bukan floating ya, dengan 4 piston (4 piston monoblock caliper), sementara untuk yang bagian belakangnya dilengkapi dengan satu piston caliper. Nah, karena permukaan dari rem cakram ini lebih besar, otomatis kemampuan dia untuk melepas panas ini juga lebih baik dan itu memang diperlukan, mengingat usecase dari mobil ini, apalagi saat dia harus turun ke sirkuit," ujarnya.

Masih bicara seputar pengereman, fitur berikutnya adalah N Brake Regen, Brake Regenerative itu adalah fitur yang memungkinkan sebuah energi kinetik itu yang seharusnya terbuang percuma saat pengereman dalam bentuk panas, itu bisa dicaptured (ditangkap) ulang diconvert (diubah) menjadi energi listrik untuk bisa dikembalikan ke dalam baterai, itu dalam konteks mobil EV secara normal.
Tetapi di sini, brake regen fungsinya lebih untuk membantu performance mobilnya pada saat dipacu dalam kecepatan tinggi, dan dia fungsinya bisa disetel sehingga bisa memberikan brake regen atau regenerative brake yang sangat kuat, nah karena sangat kuat, selain bisa juga mentransfer balik energi listrik (untuk) masuk ke dalam baterai, dia juga membantu perlambatan atau deselerasinya supaya bisa lebih maksimal.
Terutama penting ketika saat mobil mau approaching (mendekati) corner entry (mau masuk tikungan), jadi perlambatannya bisa cepat atau bisa late (telat), sedekat mungkin dari corner, jadi aplikasinya memang lebih performance oriented.

"Nah terus kemudian Launch Control, fungsi dari Launch Control ini memberikan akselerasi yang maksimal dari posisi diam. Jadi pada saat mobil diam, kita aktifkan fitur Launch Control ini, begitu kita langsung berakselerasi, mobil bisa melesat dalam tempo yang sesingkat-singkatnya," bilang eks jagoan Product Planning Mazda Motors Indonesia ini.
Ditambah lagi dengan N Grin Boost, nah ini bayangkan di situasi kita sudah melalui berbagai tikungan, terus kemudian masuk ke main straight (ke jalur lurusnya), nah begitu masuk ke jalur lurusnya yang cukup panjang, nah kita aktifkan fitur N Grin Boost ini.
Nah fitur N Grin Boost ini langsung men-increase (menaikkan) motor outputnya dari 609 PS menjadi 650 PS, selama 10 detik, jadi tenaga maksimalnya yang bisa dikeluarkan itu selama 10 detik, jadi memungkinkan kita bisa mencapai top speed yang lebih cepat lagi, dalam durasi yang lebih cepat, sebelum nanti sampai ke tikungan pertama.
Ini bisa diaplikasikan sebagai bagian dari strategi balap, kapan harus mengaktifkan N Grin Boost ini kapan tidak menggunakannya, tapi setelah pengaktifan 10 detik, harus istirahat dulu selama 10 detik juga, jadi enggak bisa terus-terusan dinyalain-dinyalain terus-terusan itu enggak bisa. Jadi 10 detik on, 10 detik off.
"Cuman karena fitur-fitur yang di awal saya sebutkan itu bagian dari Racetrack Capability, tentu saja fitur-fitur ini layaknya diaktifkan pada saat di lintasan atau di sirkuit, jangan sekali-sekali diaktifkan di jalan raya," wanti Bonar yang sudah mengabdikan diri di Hyundai selama 4 tahun 6 bulan ini.
Berikutnya pilar kedua, Corner Rascal, fitur yang masuk ke Corner Rascal adalah N Torque Distribution, pada prinsipnya N Torque Distribution ini bisa mengatur pembagian atau distribusi tenaga baik ke roda depan maupun ke roda belakang, yang bisa disesuaikan dalam kebutuhan, baik kebutuhan di lintasan, di sirkuit, ataupun di jalanannya, maupun kebutuhan si pengemudinya.

Bisa diatur biasnya mulai dari 50:50 pembagiannya di depan dan belakang, atau maksimal pembagiannya di bagian depan saja, sehingga menjadikan mobil itu sebagai Front Wheel Drive atau penggerak roda depan, atau sebaliknya menjadi mobil gerak roda belakang, nah dengan bisa diaturnya pembagian distribusi tenaga tersebut, itu bisa menciptakan sebuah mobil yang balance, tergantung dari situasinya, tetapi yang lebih penting adalah mobil ini bisa mengikuti karakter dari si pengemudi.
Karena biasanya pengemudi-pengemudi atau pembalap itu mempunyai gaya berkendara khasnya mereka masing-masing, nah ini bisa menjadi Front Wheel Drive bisa, mau jadi 50:50 bisa, mau jadi Rear Wheel Drive, dan ini pembagian levelingnya itu ada 11 level, jadi tidak mati 100 depan, habis itu 50:50, habis itu 100 belakang, tidak. Ini bisa ada 11 tahapan atau 11 step, jadi bisa 70:30, 60:40, 80:20, dan seterusnya.
Terus N Pedal. N Pedal adalah versi balapnya dari i Pedal. Jadi one pedal driving for the track, jadi N Pedal itu memungkinkan pengemudi untuk bisa melajukan kendaraanya baik itu di jalan lurus, di tikungan, approach corner atau exiting corner dengan memodulasi pedal akseleratornya saja, di sini ada 3 level, pertama bisa dimatikan atau dinyalakan, kalau dinyalakan bisa juga ada level-levelnya, mulai dari level 1 paling mild, sampai dengan nomor 3 yang paling agresif, jadi kalau yang level 3 kalau kita lepas gas itu deselerasinya benar-benar maksimal.
Tergantung situasinya, tetapi sebaiknya kaki juga harus standby di pedal rem. Nah fungsinya adalah ketika Corner Entry, ketika kita mau masuk atau dekat tikungan dengan N Pedal ini saat kita mengangkat pedal gas, maka otomatis weight transfer itu akan terjadi ke depan, karena weight transfernya ke depan, maka ia akan menekan ban depan, karena menekan ban depan maka grip dari ban depan akan lebih kuat, karena gripnya lebih kuat maka pengemudi akan bisa lebih mudah membelokkan setirnya.
"Jadi makanya ada istilahnya Enhancing turn-in agility, jadi bisa lebih agile ketika kita attacking the corner, atau kita berusaha untuk memposisikan mobil untuk hidungnya bisa mengarah ke apex atau di tikungan," yakin Bonar yang asyik diajak ngobrol dan tukar pikiran bersama awak redaksi Auto Jago Indonesia menyoal teknis kendaraan ini.
Nah ini yang bagian fun-nya, ini adalah fitur yang sangat menarik dan memberikan kesempatan bagi orang-orang atau pengguna mobil IONIQ 5 N untuk bisa melakukan drifting, meskipun skill driftingnya dia itu bisa dikatakan minimal. Nah, biasanya untuk melakukan atau mengeksekusi drift itu dibutuhkan skill dan pengalaman yang cukup tinggi, tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut, nah fitur N Drift Optimizer ini bisa membantu orang-orang atau pemilik yang tadinya skillnya enggak seberapa, bisa melakukan eksekusi drift tanpa harus (effort). Sehingga unsur fun dari mobil ini bisa juga keluar dan dirasakan oleh semuanya.
Dan ada juga fitur Instant Cluctch Kick, seperti yang kita ketahui salah satu untuk menginisasi drift adalah dengan menggunakan clutch kick (tendang kopling) untuk secara sesaat kita butuh aliran tenaga dari mesin ke roda, begitu kita injak clutch (kopling) terus kita lepas lagi, nah hantaman dari clutch itu akan bisa mengupset balans dari si mobil sehingga drift itu bisa dimulai. Efek itu juga akan bisa tereplikasi di sini.
"Tentu saja mobil sports EV seperti ini juga dilengkapib dengan Limited Slip Diffrential yang bisa membagi power baik itu ke roda kiri maupun ke roda kanan di bagian belakang," beber Bonar yang mulai terjun menyelami dunia otomotif roda empat mulai bulan Maret tahun 2008 ini.
Nah ini salah satu fitur yang menjadi keunikan dari IONIQ 5 N yaitu N e-Shift. Selama ini kita terbiasa dengan mobil konvensional baik itu dari bunyi-bunyinya maupun dari rasa pergantian gigi, sementara EV yang konvensional tidak ada. Ini kita hadirkan di sini, jadi mensimulasikan rasa perpindahan gigi dari Dual Clutch (Kopling Ganda), termasuk pada saat ganti gigi sentakan yang terjadi saat ganti gigi itu juga disimulasikan, dan bisa dirasakan.
Dan tidak hanya N e-Shift tetapi juga N Active Sound+, jadi ada tiga jenis suara atau sound profile yang dihadirkan untuk Hyundai 5 N, pertama Ignition ini mereplikasikan suara mesin, dan suara tersebut dimainkan melalui sistem audionya di dalam, yang mana sistem audio tersebut dilengkapi dengan 8 speaker, tapi juga suaranya juga bisa di luar.
"Jadi orang-orang yang nonton juga bisa mendengar, jadi speaker itu ada dua, satu di balik bumper depan, satu di balik bumper belakang, jadi suaranya tidak hanya bisa dinikmati orang-orang yang ada di dalam (mobil), tetapi juga yang ada di luar," jelas Bonar lagi.

Lalu ada suara Evolution seperti layaknya suara seperti High Performance Internal Combustion Engine, lalu ada suara Evolution yang mana suara Evolution ini terinspirasi dari N 2025 Gran Turismo dan Supersonic di mana suara Supersonic itu mirip sama suara pesawat jet tempur, lengkap dengan sonic boom-nya.
Dan tentu saja Sports Bucket Seatnya ada Cooling Function supaya kalau kita pas lagi kepanasan di dalam itu juga ada efek pendingin, dan kursi tersebut juga memiliki Side Bolster yang cukup bagus sehingga tubuh itu bisa benar-benar stay di tempatnya, dan memberikan support yang maksimal terutama saat berkendara di kecepatan yang tinggi di situasi sirkuit.