Menguji Fitur Pintar Mitsubishi XFORCE Diamond Sense
Arfian Alamsyah
|14 Januari 2025

Setelah diluncurkan bulan November 2024 lalu bertepatan dengan event Mandiri Utama Finance GAIKINDO Jakarta Auto Week 2024 (MUF GJAW 2024), kini tiba saatnya kami untuk mencoba Mitsubishi XForce Ultimate with Diamond Sense. Kami akan fokus pada fitur Diamond Sense-nya.
XForce yang dilengkapi dengan fitur Diamond Sense hanya ada satu trim yakni Ultimate. Sedangkan dua tipe XForce lainnya yang harganya lebih terjangkau (Exceed CVT dan Ultimate CVT non Diamond Sense) tak tersedia fitur pintar ini.

Sebelum mulai berjalan, kita highlight dulu dari bagian eksterior. Setidaknya ada 5 hal yang membedakan XForce with Diamond Sense dengan non Diamond Sense meski sama-sama mengambil basis tipe Ultimate.
Pertama adalah warna Two Tone, kedua dan ketiga ada Sporty Spoiler yang desainnya menyambung dengan Roof Rails, keempat ada radar Diamond Sense di grille depan dan kelima terdapat kamera di bagian atas kaca depan.
Masuk ke bagian interior Anda tak akan menemukan perbedaan apapun. Kecuali dua hal, yaitu tombol di spoke (palang) setir sebelah kanan ketambahan fitur untuk mengatur Diamond Sense-nya.
Ada tombol untuk mengatur jarak ke depan saat Adaptive Cruise Control diaktifkan dan tombol ACC-nya itu sendiri. Sisanya sama saja dengan XForce Ultimate yang sebelumnya pernah tim redaksi kami coba akhir tahun 2023 lalu.
Fitur Diamond Sense sendiri terdiri dari 7 fitur yaitu:
1. Adaptive Cruise Control with Low-Speed Follow
2. Blind Spot Warning with Lane Change Assist
3. Lead Car Departure Notification System
4. Forward Collision Mitigation
5. Rear Cross Traffic Alert
6. Auto Headlight + Auto High Beam
7. Auto Rain Sensor
Sekitar pukul 10.00 pagi kami berangkat dari kantor PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menuju kawasan Sirkuit Sentul, Jawa Barat. Di etape pertama ini kami mencoba menjadi penumpang terlebih dahulu.

Fitur Auto Rain Sensor langsung bekerja begitu diaktifkan. Sepanjang perjalanan sekitar 40-an kilometer ke Sentul dalam kondisi hujan kami berterima kasih kepada peredaman kabin XForce Ultimate with Diamond Sense ini yang ciamik.
Sampai di Sirkuit Sentul kami langsung bermain beberapa game yang berhubungan dengan fitur mobil ini. Pertama adalah Rear Cross Traffic Alert, fitur ini dapat membaca pergerakan mobil lain ketika Anda hendak mundur.
Nantinya indikator di spion baik kanan maupun kiri akan berkedip sembari mengeluarkan suara notifikasi. Lanjut setelah game kecil-kecilan ketangkasan mengemudi dilaksanakan kami melanjutkan perjalanan ke The Upper Clift Sentul yang rutenya kombinasi antara tol, berliku dan menanjak cukup curam. Kali ini tim tester Auto Jago Indonesia berada di balik kemudi.
Di jalan tol fitur Adaptive Cruise Control with Low-Speed Follow sangat membantu untuk mengemudi lebih rileks dan tetap aman. Tinggal tekan tombol Cruise Control di spoke kanan setir yang letaknya paling kanan lalu dilanjut menggerakkan ke bawah joystick CANCEL ke tombol SET-.
Maka Anda bisa angkat kaki dari pedal gas dan biarkan sistem bekerja untuk menyesuiakan laju mobil dengan kendaraan di depan. Sistem Adaptive Cruise Control with Low-Speed Follow ini bisa bekerja dari 0 hingga 135 km/jam.

Kehalusan kerja sistem Adaptive Cruise Control ini juga patut diacungi jempol. Saat deselerasi mendadak karena dipotong kendaraan lain pun dilakukan secara halus, ya mirip-mirip lah dengan rival-rivalnya asal Jepang.
Apalagi sistem ini bekerja mengandalkan dua buah sensor utama. Pertama adalah radar yang terletak di grille depan bagian bawah (di bawah logo tiga berlian) serta kamera yang posisinya ada di bagian tengah kaca.
Kombinasi ini punya keuntungan tersendiri, sebab akan membuat lebih reliable dan memperkecil kemungkinan sensor salah membaca situasi. Jadi kejadian mengerem mendadak akibat kesalahan sensor bisa jauh diminimalkan.
Saat hendak berpindah lajur pun kami lagi-lagi merasa aman berkat adanya Blind Spot Warning with Lane Change Assist. Saat lampu sein dinyalakan baik kanan maupun kiri maka sistem akan memberikan peringatan bila ada kendaraan di posisi Blind Spot.
O ya, di perjalanan kali ini terdapat games juga kali ini yaitu Driving Score Challange. Berbekal pengalaman mencoba XForce Ultimate non DS akhir tahun 2023 lalu, kami percaya diri untuk berprestasi. Dan terbukti tim redaksi kami menjadi pemenang di tantangan ini.
Perlu diketahui, fitur Driving Score merupakan fitur unik yang dapat meningkatkan kualitas mengemudi. Fitur ini tersedia di dalam layar infotaiment system 12,3 inch yang juga dapat terkoneksi dengan Smartphone.
Meski terkesan Gimmick, namun fitur Driving Score di XForce ini tak main-main. Sebab dirancang langsung oleh pembalap reli dakar Hiroshi Masuoka yang sempat menjuarai reli terganas di muka bumi dua kali dengan Mitsubishi Pajero Evolution.
Namun skor bisa tinggi tergantung dari jalanan yang dilewati dan kondisi lalu lintas. Sebagai perbandingan di pengetesan dari Pulomas ke Sentul PP ini kami mendapat Overall Score antara 79 hingga 86. Sementara tahun 2023 lalu tim tester kami dapat meraih Overall Score 89 hingga 95.
Overall Score adalah gabungan dari tiga variabel yang dinilai pada sistem ini yaitu Steering Angle, Brake, dan Acceleration. Tiga variabel tersebut diolah lalu menghasilkan skor mengemudi, semakin tinggi makin baik.

Namun kata Rifat Helmy Sungkar selaku Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia adalah hal yang mustahil untuk mendapat nilai Overal Score 100. Hal ini dikarena kondisi jalan yang beragam serta kondisi lalu lintas.
"Sebenarnya kunci utama adalah reduction. Karena mobil itu pasti bisa disetir, tapi ada Throttle Control, dari situ kita harus tahu kapan angkat gas, kapan nekan pedal gas. Banyak yang salah masuk di gas di tengah tikungan di angkat kemudian diangkat lagi. Throttle control adalah yang paling utama," kata Rifat sapaan akran Rifat Helmy Sungkar ke tim redaksi kami.
Namun kecuali di sirkuit atau area tertutup, hal itu agak sulit dilakukan bila kondisi jalannya ramai. Anda harus menjaga jarak sejauh mungkin yang mana bisa menghambat lalu lintas di belakang mobil Anda.
Setelah sampai The Upper Clift untuk makan siang dan beribadah kami kembali ke kantor PT MMKSI di Pulomas. Tim redaksi kami masih di balik kemudi karena ingin menguji lebih jauh fine tuning mobil ini.
Saat melewati jalan berliku kami merasa handling mobil ini superb. Maksudnya putaran setirnya ringan namun tanpa mengurangi feedback-nya. Apalagi saat perjalanan pulang hujan lebat kembali menemani.
Alhasil mobil kami pindahkan ke Wet Mode yang membuat pengemudi kian aman serta percaya diri di jalanan basah karena komputer telah mengatur tenaga mesin, kontrol traksi, serta respon transmisi agar lebih terkendali di jalanan licin.
Mitsubishi XFORCE with Diamond Sanse ini memiliki empat driving mode yakni NORMAL, WET, MUD, dan GRAVEL. Empat pilihan mode berkendara ini telah dikembangkan Mitsubishi Motors untuk sesuai dengan kondisi di ASEAN terutama di Indonesia.
Fitur Driving Mode ini juga terbantu berkat Active Yaw Control (AYW). Fitur AYW pertama kali diperkenalkan di mobil sedan sport pabrikan tiga berlian ini, yakni Mitsubishi LANCER EVOLUTION yang sudah punya nama besar di dunia reli dan dunia motor sport lainnya.

Sistem AYC mampu mengontrol antara gaya penggerak di sisi kiri dan kanan untuk mengoptimalkan kestabilan kendaraan ketika bermanuver secara cepat atau di jalan yang licin. Penerapan fitur ini membuat pengemudi lebih percaya diri saat berkendara di kondisi jalan seperti apapun.
AYC sendiri diatur oleh komputer yang memberikan perintah untuk membagi torsi di dua ban depan berdasarkan input dari berbagai sensor. Seperti kemiringan kendaraan, kecepatan, G force, kemudi sampai posisi rem dan pedal gas.
Pada saat AYC bekerja, rem Anti-lock Braking System (ABS) juga ikut masuk dalam parameter untuk menjaga kendaraan tidak hilang kendali. AYC sendiri dibuat untuk orientasi performa, tujunnya agar kendaraan dapat meningkatkan kecepatan saat proses menikung tanpa kuatir kehilangan kendali.
Contohnya ketika mobil berbelok ke kanan dan sistem mendeteksi ada potensi slip baik akibat kelebihan tenaga maupun gaya G-Force, maka sistem AYC akan melakukan pengereman sedikit pada roda bagian kanan, alhasil mobil bisa berbelok lebih 'patah' dan enggak terlalu ngebuang ke arah berlawanan. Demikian juga saat berbelok ke kiri.
Suspensinya juga oke. Diisi dengan kapasitas penuh empat penumpang plus barang tidak membuat bantingan suspensi menjadi lemah dan mental-mentul. Malah menjadi lebih pas dan mantab, kami curiga Mitsubishi pakai sokbreker tipe progresif sehingga menambah performa mobil ini ketika melibas tikungan.
Namun surprisingly kami merasakan bantingan suspensi mobil ini lebih empuk dari yang pernah kami coba lintas kota akhir tahun 2023 lalu. Entah karena tekanan ban yang lebih pas atau mungkin benar apa yang dikatakan Setiawan Wijaya Praja, selaku Product Planning PT MMKSI bahwa pelan-pelan disempurnakan produk ini.

Berbagai tikungan bisa dilalui secara terprediksi dan presisi. Sesuai saran dari Rifat yakni Less Angle, More Speed. Setir hanya perlu digerakkan sedikit saja untuk berbelok tanpa membuat penumpang mual, dan itu hanya bisa dilakukan dengan XFORCE yang punya pengendalian baik.
Selama perjalanan pulang kami 'ditemani' band MALIQ & D'Essentials serta Juicy Luicy via tatanan suara Premium Yamaha Sound System yang bikin tambah enjoy perjalanan. Sound system premium ini memiliki empat preset untuk membuat alunan lagu yang didengarkan semakin pas.
Total ada empat pilihan yakni Signature, Lively, Powerfull, dan Relaxing yang dapat membuat reproduksi suara dari 8-speaker Coaxial-2way semakin enak didengar. Sehingga dapat menghibur sepanjang perjalanan Anda.

1. Ada Paddle Shift agar proses upshift maupun downshift lebih mudah dilakukan, alhasil deselerasi bisa dilakukan makin presisi.
2. Sistem Diamond Sense kurang satu fitur tambahan yakni Lane Keeping Assist yang membuat mobil bisa bertahan di tengah secara otomatis.
3. Desain Panel Instrumen bisa dibuat lebih simpel karena terlalu banyak angka yang dibaca dalam waktu bersamaan. Kalau tampilannya sudah bagus.
4. Meski Sunroof maupun Moonroof hanya sebagai gimmick di kelas ini, namun ada baiknya ditambahakan. Namun jangan mengurangi kualitas audio Premium Yamaha Sound System yang sudah demikian baik.
5. Adanya pilihan varian Hybrid akan membuat value mobil ini makin baik. Selama tim redaksi kami kemudikan ia mencatat konsumsi BBM antara 14 hingga 16 kilometer per liter. Bandingkan dengan rivalnya yang dengan mudah mencapai 31 kilometer per liternya.

Dengan harga Rp 426.350.000 yang merupakan Harga On-The Road Daerah Khusus Jakarta selama bulan Januari 2025 membuat ia layak dipilih menjadi Sport Utility Vehicle (SUV) B-Segment buat Anda yang mendambakan mobil dengan handling baik dan fitur cukup.
Mitsubishi XForce with Diamond Sense ini terdapat enam pilihan warna yaitu: Blade Silver Metallic, White Pearl, Jet Black Metallic, Graphite Gray Metallic, Energetic Yellow Metallic, dan Red Metallic. O ya, harga untuk XForce warna putih lebih tinggi Rp 1.500.000.