Review Hyundai All-New SANTA FE HEV Calligraphy: All-Rounder SUV Sejati!
Arfian Alamsyah
|9 Desember 2024
Minggu lalu (6/12) kami diberi kesempatan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) untuk menjajal mobil baru mereka. Bersama 39 jurnalis lainnya mencoba jagoan terbaru D-Segment Sport Utility Vehicle (SUV) mereka yakni Hyundai All-New SANTA FE HEV (Hybrid Electric Vehicle).
Mobil ini terjun ke kelas yang populer di Indonesia. Sebab SUV Unibody ini harus melawan Mitsubishi Pajero Sport, Ford New Everest, hingga Toyota New Fortuner. Lantas apakah Hyundai All-New SANTA FE hibrida ini sanggup memberikan perlawanan berarti? Mari ikuti ulasannya hingga tuntas.
Sebelum membahas mengenai mobilnya kita bahas tipis-tipis mengapa mobil ini merupakan salah satu produk Hyundai terpenting di Indonesia. Pertama ia sudah dirakit lokal di pabrik Hyundai Cikarang, yang artinya formatnya sudah Completely Knock Down (CKD), kedua adalah ia memiliki banyak senjata untuk menaklukkan lawan-lawan di kelas ini.
Mari kita bahas satu per satu. Kunci mobil ini mirip dengan kunci Hyundai IONIQ 6 yang desainnya kekinian karena berbentuk oval dan menyerupai logo H. Asyiknya kunci ini hanya perlu dikantungi saja, untuk membuka pintu tinggal genggam handle pintu maka otomatis kunci terbuka.
Meskipun berbodi bongsor, akses naik-turun ke mobil ini mudah untuk siapa saja. Baik pria maupun wanita dan asyiknya enggak perlu celana atau rok Anda takut kotor, karena pintu membuka sampai bawah dan menutupi door siil / lisplang mobil ini.

Begitu masuk ke dalam, Anda akan disambut oleh interior yang desainnya kokoh namun tetap modern. Sekadar informasi pada Hyundai All-new SANTA FE HEV trim Calligraphy ini terdapat dua pilihan warna interior yakni Black Monotone Nappa Leather with Black Ink Metal Garnish dan Pecan Brown Nappa Leather with Natural Serenity Oak Garnish.
Mobil tes kami adalah Hyundai All-new SANTA FE HEV tipr Calligraphy yang menggunakan kelir interior Black Monotone Nappa Leather with Black Ink Metal Garnish. Secara pribadi kami lebih suka warna interior ini oleh karena membuat mobil lebih elegan namun tetap tidak mudah terlihat kotor.

Posisi duduk di mobil ini juga oke menurut kami. Kursinya dapat diatur secara elektrik 8 arah. Mulai dari dudukan jok, sandaran hingga support paha di bagian depan. Namun untuk support paha yang masuk ke Relax Seat saran kami hanya digunakan saat mobil dalam posisi berhenti atau parkir.
Setirnya juga punya desain unik, sepintas mirip mobil racikan Inggris yakni Land Rover. Namun itu bukan berita buruk mengingat lingkar kemudi ini sama nyamannya ketika digenggam oleh tangan. Pun demikian dengan pengaturannya yang luas karena sudah bisa tilt maupun telescopic.

Posisi duduk bagi tester Auto Jago Indonesia yang memiliki tinggi badan 173 cm merasa pas dan tak kesulitan dalam meraih posisi duduk ideal untuk berkendara. Ditambah pilar A dari mobil ini juga tidak terlalu besar sehingga memudahkan visibilitas saat hendak bermanuver.
Kalau di kursi baris kedua juga kami merasa sama luasnya dengan kursi depan. Hanya saja karena terdapat beragam barang bawaan yang dibawa oleh kami sesama jurnalis, tester kami tak sempat mencoba kursi baris ketiganya.

Kepraktisan mobil ini juga baik, banyak sekali tempat penyimpanan terbuka maupun tertutup pada All-new SANTA FE ini. Yang paling menyita perhatian kami adalah Bi-lateral Multi-Console di bagian tengah yang bisa dibuka kedepan maupun ke belakang.
Instrument cluster dengan bentang layar 12.3” colour TFT-LCD full Screen digital display ini juga memberikan informasi yang lengkap selama perjalanan dan enak dipandang mata karena resolusinya tajam. Meski menurut kami di kelas ini baiknya Hyundai All-new SANTA FE HEV Calligraphy ini baiknya dilengkapi lagi dengan fitur Head Up Display.

Layar cluster pengemudi ini seolah menyambung dengan 12.3” HD Curved Display with Capacitive Touch. Asyiknya layar Infotaiment System ini Driver Oriented alias mengarah beberapa derajat ke pengemudi sehingga lebih memudahkan driver untuk memantaunya.
Fitur yang diberikan Infotaiment System ini juga mumpuni, mulai dari AM/FM radio, USB-C multimedia input, Bluetooth® with Multi-Connection Navigation and Smartphone Connection yang bisa terhubung dengan Apple CarPlay dan juga Android Auto. Setelah kami hubungkan Android Auto dengan wired (kabel), kami pun siap untuk berjalan.
Bila Anda akrab dengan mobil listrik Hyundai kekinian seperti All-new KONA, IONIQ 5, IONIQ 6, hingga IONIQ 5 N maka Anda tak akan kesulitan mencari tuas Column Type Shift-by-Wire pada mobil ini. Posisinya ada di sebelah kanan belakang tepatnya di bawah Combination Switch untuk pengoperasian lampu sign dan lampu lainnya.

Anda tak akan sadar bahwa mobil sudah siap jalan karena memang sistem hibrida di mobil ini lebih dominan bekerja saat mobil berhenti. Namun, bila Anda injak pedal gas mesin pun langsung merespon dan indikator rpm spontan bisa berada di atas 4000 rpm. Wow! Jarang mobil Hybrid yang bisa begini.
Putaran setir mobil ini tergolong ringan di kecepatan rendah, sehingga memudahkan bila mobil ini dibawa kaum hawa ketika hendak parkir maupun melakukan gerakan di jalan sempit. O ya, terdapat Paddle Shift di lingkar kemudi mobil ini yang memiliki fungsi ganda.
Bukan hanya berperan untuk menaik-turunkan gear untuk kebutuhan Engine Brake ketika dibutuhkan, sebab mobil ini masih dilengkapi dengan 6-speed Automatic. Namun Paddle Shift di All-new SANTA FE Hybrid ini bisa berfungsi juga untuk mengatur level Regenerative Brake-nya.

Terdapat 7 level Regenerative Brake berbeda yang dapat dipilih, mulai dari Lv 1, Lv 2, Lv 3, Auto, Auto 1, Auto 2, dan Auto 3. Intinya semakin tinggi angkanya maka kemampuan sistem menangkap energi yang terbuang akan makin baik. Efeknya mobil lebih kuat deselerasinya.
Kalau kami lebih suka dan menyarankan level pengereman regeneratif tersebut diposisi tertinggi, sebab memberikan daya charging ulang ke baterai Lithium-ion 1,49 kWh secara lebih optimal. Ujung-ujungnya nanti bisa lebih hemat bahan bakar, karena mesin bensin Smartstream 1.6T- Gasoline Direct injection-Hybrid Electric Vehicle (GDi HEV)-nya bakal lebih jarang hidup.
Untuk varian Hybrid hanya terdapat 3 driving mode di mobil ini. Yaitu ECO, SPORT, dan My Drive. Untuk varian Gasoline Naturally Asporated terdapat tambahan satu mode berkendara lagi yakni NORMAL. Default mobil ini saat menyala adalah ECO Mode, dan kami tak ubah-ubah mode ini selama perjalanan 101 kilometer ke depan.

Saat berjalan di kecepatan rendah sampai sedang (di bawah 100 km/jam) angka rpm (putaran mesin) di mobil ini sering menunjuk angka 0 (nol) yang mana mesin dalam posisi mati. Tapi karena kami perlu ambil footage foto dan video, maka Hyundai All-new SANTA FE HEV ini kami paksa berlari hingga melewati 150 km/jam di jalan tol yang membuat mesin bensinnya meraung.
Kami juga penasaran apakah dengan pengendaraan yang sengaja kami tidak irit-iritkan bahkan cenderung gaspol, sistem Strong Hybrid di mobil ini tetap mampu meladeni kemauan kami. Demikian pula saat di jalan antar kota menuju Nagrek, kami terus mengintili Hyundai PALISADE Diesel 2.2 yang menjadi Lead Car.

Sampai tak sadar kami terus melaju, overtaking puluhan mobil, truk dan bus sepanjang jalan menuju Nagrek tersebut. Hingga meninggalkan rombongan yang lain. Hahaha... Maaf ya teman-teman 9 mobil Santa Fe lainnya sesama jurnalis yang tertinggal di belakang, habis enak banget performa All-new SANTA FE HEV ini buat sat-set-sat-set, bahkan kami agak bikin repot Lead Car tersebut karena nempel terus.
Tenaga kombinasi antara mesin bensin turbo dan motor listrik sebesar 235 PS serta torsi kombinasi di angka sekitar 529 NM membuat mobil ini diklaim dapat berlari 0-100 km/jam tak sampai 10 detik. Nanti akan kami tes ulang sesuai standar Auto Jago Indonesia ketika mobil ini sudah kami uji dalam jangka panjang.
Sepanjang perjalanan kami juga sangat terhibur oleh suara Maliq n D'essential serta band kekinian Juicy Lucy dari reproduksi tatanan suara 12-speakers BOSE Premium Audio System yang suaranya jernih sekali. Ini juga terbantu berkat peredaman kabin mobil ini yang baik. Suara angin, suara ban tereduksi sempurna baik mobil berjalan santai, cruising di kecepatan 120 km/jam, dan tentunya saat idle.

Saat melibas jalanan menanjak menuju Kawah Kamojang sebagai tujuan utama kami, Hyundai All-new SANTA FE HEV Calligraphy ini juga sama sekali tak kesulitan. Motor listrik di mobil ini akan bekerja membantu performa mesin bensin-turbonya untuk menanjak.
Tak jarang kami melakukan kickdown demi menaklukkan tanjakan yang cukup ekstrim. Alhasil kehematan bahan bakar di Multi Information Display yang awalnya kami di angka 19,6 kilometer per liter (km/l) turun menjadi 12,7 km/l saja saat finish di Kawah Kamojang.
Tapi ternyata saat kami mengecek mobil lainnya, ini menjadi angka teririt. Sebab mobil lain berada di angka tak lebih dari 10 km/l, bahkan ada yang di 8 km/l saja untuk yang sama-sama varian Hybrid. Ini membuktikan performa Hyundai All-new SANTA FE HEV memang oke punya.
Mobil ini juga dilengkapi dengan 23 fitur Advance Safety meliputi:
* Blind-Spot Collision-Avoidance Assist (BCA)
* Blind-Spot View Monitor (BVM)
* Driver Attention Warning (DAW) - including Leading Vehicle
* Departure Alert (LVDA)
* Forward Collision-Avoidance Assist (FCA) - including Car/Pedestrian-Cyclist Detection + Junction Turning + Direct Oncoming
* Lane Following Assist (LFA)
* Lane Keeping Assist - Line/Road-Edge (LKA-L/R)
* Parking Collision-Avoidance Assist - Reverse (PCA-R)
* Rear Cross-Traffic Collision-Avoidance Assist (RCCA)
* Safe Exit Assist (SEA)
* Smart Cruise Control (SCC), including Stop & Go function (SCC w/ S&G)
* Anti-lock Braking System (ABS)
* Electronic Stability Control (ESC)
* Downhill Brake Control (DBC)
* Surround View Monitor (SVM) - with dynamic parking guidelines, including 3D Surround View function + Driving Rear-View Monitor (DRM) function
* Brake Assist System (BAS)
* Hill-start Assist Control (HAC)
* Crosswind Stability Control (CSC)
* Multi-Collision Braking (MCB)
* Vehicle Stability Management (VSM)
* Emergency Stop Signal (ESS)
* Trailer Stability Assist (TSA)
* SRS airbags - dual front + side (thorax) for driver & front passenger + curtain
Tentunya masih ada celah bagi pabrikan mobil untuk lebih menyempurnakan lagi Hyundai All-new SANTA FE Calligraphy ini ke depannya. Dan mobil berkelir Creamy White Pearl yang kami gunakan ini bukan pengecualian.
1. Sistem Hybrid di mobil ini tidak terdapat pilihan EV MODE yang memungkinkan diaktifkan secara manual sesuai dengan keinginan pengemudi. Baiknya dilengkapi dengan pilihan EV MODE secara manual.
2. Masih terdapat gejala Turbo-Lag yang terasa saat kami melakukan kickdown mobil ini. Meski sudah tereduksi oleh motor listriknya, namun menurut kami hal ini seharusnya masih bisa diminimalisir dan dilakukan fine tune oleh Engineer.
3. Kursi belakang (baris kedua) meski bisa diatur secara elektrik, namun hanya mendapat fitur Heated Seat saja, berbeda dengan kursi pengemudi dan penumpang depan yang terdapat juga fitur Ventilated Seat.
4. Perpindahan dari mode mesin ke mode dinamo listrik (mesin menyala untuk kebutuhan charging baterai maupun membantu berakselerasi) masih tergolong kasar bila dibandingkan dengan salah satu merek jagoan Jepang yang juga memproduksi mobil Hybrid (Honda). Seharusnya hal ini bisa lebih diperhalus lagi.
Hyundai All-new SANTA FE HEV Calligraphy menurut kami sukses menjadi sebuah All Rounder Vehicle Sejati. Ia luas, punya kepraktisan tinggi, sarat fitur canggih, dan juga tetap mampu melayani kepuasan mengemudi. Menurut kami ini adalah SUV D-Segment terbaik di kelasnya, bahkan bila dibandingkan dengan seterunya asal Jepang seperti Mitsubishi Pajero Sport, Nissan Terra, hingga Toyota Fortuner dan juga SUV merek Amerika rakitan Thailand yakni Ford Everest.